Kamis, 02 September 2010

Lebaran sebentar lagi

Lebaran, adalah saatnya mudik, untuk bertemu sapa dengan keluarga di kampung halaman. Saatnya kembali menjalin silaturahmi, untuk bertemu dengan sanak keluarga, tetangga dan atau teman lama, teman semasa kecil. Setiap tahun, berkumpul dengan keluarga besar, paling tidak dengan orangtua, nenek, paman. Atau mengunjungi makam leluhur yang sudah tiada. Mungkin juga ada rasa haru dan kenangan masa kecil, jika telah lama tidak pulang.

Lebaran, dikenal di negara ini sebagai perayaan Idul Fitri, Hari Besar Suci (istilah untuk kembali fitrah) bagai dilahirkan kembali. Harapan sebagai manusia biasa, tetapi sudah pantaskah perayaan itu? Lebaran, sehabis Bulan Puasa, bulan yang dijanjikan Tuhan sebagai bulan 1000 bulan, segala amal dilipatgandakan sehingga bisa menggapai segala ibadah yang akan sama jika kita lakukan selama 1000 bulan. Tanpa memberi syarat yang berat, Dia hanya memberikan hanya dalam waktu 1 hari, di malam yang Dia janjikan, hanya Dia yang tahu. Betapa Murah dan Lapang pahala yang Dia berikan. Namun, nikmat apalagi yang ingin kita ingkari? Hanya tanggung jawab diri pribadi, alih-alih kesadaran untuk mengingatkan diri pribadi. Karena bukan tanggung jawabmu jika saya lupa, dan bukan tanggung jawabku jika engkau lupa.

Ah, sudahlah, itu memang urusan diri pribadi. Mudik, jika kau teringat Kota Jogja setiap kata itu disebut, berarti kita satu daerah. Bantul, jika kau teringat daerah kecil ini saat mudik disebut, berarti tempat tinggal kita lebih dekat.

Selamat datang kawan jika engkau kembali ke Jogjakarta tahun ini, minggu depan akan kau tempuh perjalanan demi mengunjungi sanak keluarga tercinta. Hanya doa yang bisa aku berikan, oleh-olehmu yang aku harapkan, meski itu hanya sebuah cerita dan pembicaraan yang menyenangkan.

Jabat tangan erat sebagai sambutan, semoga menghapus kesalahan sampai hati paling dalam. Berikan senyuman, sebagai pengetuk hati yang tertutup. Walau segelas air yang dapat aku hidangkan, semoga itu dapat menghilangkan haus dahaga kerinduan. Sepotong roti kecil teman pembicaraan, semoga dapat menghilangkan lapar persaudaraan. Selamat datang kembali kawan di kampung halaman tercinta.


Sugeng Rawuh . . . .

0 komentar: